9 March 2017

6.1745° S, 106.8227° E

if you guessing what is on the title, it's Jakarta's longitude. it is where i was born, and raised. gue membuka mata gue pertama kalinya di daerah Rawamangun, tepatnya di RS Persahabatan. then i spent the most years of my life in Cipinang Muara. it's a nice neighborhood i would say. the people are nice, i love the environment. and it's close to my grandmother's house which is 15 minutes walk. i also spent my kindergarten and elementary years here. most of my childhood friends lived not far from i lived. gue selalu bangga dengan Cipinang even though banyak orang yang mendeskriminasikannya dengan bilang itu jauh nan di belantara, atau menyamakannya dengan Bekasi which is not people, Cipinang is way more civilize and comfortable than Bekasi. the traffic is relatively bearable unlike in Bekasi, kay. Cipinang juga deket kemana-mana. Tebet? 15 menit. Kalimalang? 10 menit. Rawamangun? 20 menit. Salemba/Matraman? 25 menit. Kemang/Kebayoran Baru? 30 menit. Sudirman? 30 menitan. itu kalo ga macet ya :) but it's relatively close to anywhere strategic, isn't it? ya pokoknya i love Cipinang. kalo misalkan mau pindah pun gue sebenernya ogah kecuali ke Kebayoran Baru which is my goals to have a house there 25 years from now. doakan yeu, guys.

and fast forward to my junior and high school years. i spent this time, luckily or not, in the same place called Salemba. i kinda have love-hate relationship with this area which is... weird. banyak banget memori dan pelajaran yang ada di Salemba :( kangen makan di talang, kangen lari muterin komplek Salemba Raya 18, kangen susah cabut dari 68, kangen main sama wecewe di 216, aaa to much memories sampe gue lupa apa aja... ya pokoknya tiap lewatin daerah ini gue selalu bernostalgia :") #lebay. gue juga apal daerah ini more than everyone sampe ke daerah deket-deket situ. talang? hatam. diponegoro? hatam. atrium? yaampun tempat gojek chatime/yoshinoya. senen? bolak-balik sini kali :( gramedia matraman? favorite bookstore everrr. pramuka? tempat les eug. ya pokoknya i miss being in this place tapi kalo ditanya mau balik apa ngga/ya ngga mau laaa hehehehehe.

dan sekarang gue sedang menuntut ilmu bukan di Jakarta itu sendiri, ya tapi masih bisa dibilang hinterlandnya Jakarta and not far from there actually alias di Depok hehehehe. Depok is... exhausting. cuacanya, kondisinya, trafficnya... ngga tau kenapa cuma satu kata itu yang lagi terlintas di kepala gue tentang Depok. i think i'll miss Depok in the future, but what i'll miss the more is one and only Jakarta. Jakarta is... my actual home. Jakarta bagi gue tempat dimana semua orang in state of trying which a concept that i like. gue sempet bilang tentang konsep trying state ini di post gue yang udah lama banget. to sum up, it's a concept where in Jakarta everybody is trying. trying to make money, trying to get home, trying to find love, trying to find solitude, trying to entertain themselves, and many more. dan bagi gue Jakarta seperti itu. Jakarta begitu... dinamis. Jakarta selalu bergerak dan ngga statis which is something that i like. cause it makes people moving forward or towards something.

Jakarta bagi gue merupakan tempat pulang. terlalu banyak yang gue lalui di Jakarta. dan ya, gue memiliki kota favorit lain kayak Bandung dan Surabaya atau bahkan London. tapi yang pasti gue bilang tempat pulang ya Jakarta. it will never change. ever. emang sih Jakarta bikin capek. macetnya, orang-orangnya, kerumitannya. i know Jakarta is lacking so many things. tapi tetap. kenyamanan dan kehangatan yang diberikan Jakarta ke gue berbeda dengan kota-kota lainnya. if i plan to have a tattoo and get to make one of it, it'll be Jakarta's longitude and latitude. and maybe tulip for the 2nd one. it is something that i could reminiscing every time i look it.

dan ya,
Jakarta akan selalu menjadi tempat gue untuk pulang. dimana pun gue berada nantinya.

"they have no idea what it is like, to lose home at the risk of never finding your home again. have your entire life, split between two lands and become bridge between two countries."

No comments

Post a Comment

© bellé abstraction
Maira Gall