"apa ambisimu?"
"lulus dengan IP yang baik, lalu bekerja digaji dengan dollar"
"cetek"
"kalau begitu apa ambisimu?"
"membuat nama ini menjadi sesuatu sebelum diukir di nisan"
kalau dipikir-pikir, apa takaran sesuatu itu? apakah uang? apakah jabatan? atau bahkan jaringan? banyak parameternya. i don't simply judging people by their ambitions or goals. gue suka melihat alasan dibalik ambisi orang-orang tersebut. apakah keluarga. atau kekasih. atau justru ego dari diri mereka sendiri. kalau orang tua biasanya mengerucut ke arah hidup sejahtera, keluarga bahagia. dan parameternya biasanya jabatan atau gaji yang dihasilkan. terkesan rendah, namun itulah orang tua. muda mudi biasanya mengerucut ke hidup senang, jiwa tenang. otak-otak idealis yang mencoba mencari sesuatu selain nilai. jiwa kreatif yang meminta ditenangkan. beda lagi dengan anak-anak. perut kenyang, mainan banyak, rewel bisa dihindarkan. ambisi mereka begitu sederhana. namun begitu berarti nilainya.
apa ambisi gue?
hidup bahagia. haha. naif ya. tapi seriously i don't even think that far. my ambition right now ya... hal yang sangat substantif dan normatif. lulus dengan IP lumayan. nah kalau untuk umumnya ya itu tadi, hidup bahagia.
banyak banget kesempatan yang bisa diambil dan dicoba buat sekarang. dan dari kesempatan itu terbuka peluang-peluang buat gue untuk mengambil jalur lain sebagai Plan B, C, sampai Z gue. memang sih dari peluang itu juga harus dipikir lagi apa pengorbanannya, resikonya. nah tapi dari situ gue bisa bener-bener kritis buat memilih jalur gue ke depan. so far, gue masih bersikukuh dengan Plan A gue. masuk peminatan ekopolin campur sedikit mastrans (karena isu dan pembelajarannya menarik buat gue, dan insya Allah masuk ke otak pas belajar semester depan sama semester 4 nanti), habis itu magang di FPC Indonesia atau di Deplu. mau sih bisa magang di BCG atau McKinsey.. tapi gatau ah masih semester 2 ini hehe. abis itu ikut beberapa lomba yang juga masuk ke minat gue. ya buat nyari pengalaman lah ya.
hhh kata kating sih nanti di semester depan baru masa-masanya krisis identitas. mulai mempertanyakan lagi kenapa masuk HI, mau apa di HI, dan segala macamnya. tapi balik ke topik inti,
kalo kita punya ambisi yang dikejar, we'll survive kan?
jadi itulah pentingnya bagi gue buat punya ambisi sekarang. karena kalo ngga, good bye guys. kayaknya salsabil afifa ga kuat ngelanjutin hehehe :")
No comments
Post a Comment