"Everyone wants to be the sun to lighten up someone's life, but why not be the moon to brighten in the darkest hour?"
disaat orang bilang, "lo cuek banget sih"
disaat orang bilang, "kok lo ga peka sih?"
disaat orang bilang, "kok lo santai-santai aja sih"
disaat orang bilang, "enak ya hidup lo, ketawa terus. main terus"
disaat orang mengexpect lo untuk menyediakan waktu sama mereka,
disaat orang mengexpect lo to do your best either untuk masalah kerjaan atau sesimpel berusaha,
disaat orang mendikte lo for something that you have to do or to not to do,
disaat lo hanya perlu di dengerin but ending up harus di retell what you have to do and to not to do lagi,
disaat lo punya ke'harus'an akan sesuatu yang ending up burden you but you can't let it slide,
disaat lo realize,
you are living to please others and it triggers stress, anxiety, and depression...
ya ngga semuanya sih.
sebenernya gue juga sampe bingung kalo ditanya orang kenapa. kayak... abstrak aja gitu yang gue rasa. yang bener-bener gamblang yang bisa gue bilang adalah, gue capek. tapi kalo ditanya capeknya kenapa, gabisa gue bilang...
i don't want to be a burden, itu alasan pertama yang bisa gue bilang kenapa gue sesusah itu untuk bilang my current condition. tanpa kalian sadari gue sangat analitis when it comes understanding people current condition. i'm an observant you know. disaat kalian pikir gue cuek setengah mampus ataupun ga peka, in other way gue memperhatikan kalian dan apa yang kalian rasakan. being an infp involves being a feeler too, mate. dan disaat gue memperhatikan state kalian begini atau begitu, i'd rather backing down with my ownself dan keeping my things only to myself. iya, itu salah satu kesalahan gue juga karena itu berbuntut ke gue yang overthinking dan lebih mikirin perasaan orang lain daripada perasaan gue sendiri. but what can i do to change that? i'm an altruist, gue sangat amat gasuka konflik dan menghindarinya sebisa mungkin. jadi itu juga yang jadi faktor gue sangat memikirkan perasaan orang lain daripada gue sendiri. karena i don't want them to feel uncomfortable with me. lagipula kalian taunya gue orang yang keras kan. jadi kalo kerasnya gue diturutin lagi, apa ngga ribut jadinya?
kadang gue cuma butuh didenger. yaa gapapa sih dapet advice, nasihat, and those things. tapi gue ngga butuh di gurui. ngga butuh didikte. gue udah cukup sama semua itu. dari kecil sampai sekarang gue udah beribu-ribu kali dibilangin hal yang harus gue lakukan dan ngga gue lakukan sama orang tua gue. and it involves gender too. kayak, "kamu anak gadis gaboleh pulang malem, gaenak diliat tetangga" "kamu harus bisa ngomong di depan banyak orang" "katanya mau jadi dubes, harus pinter ngomong dong" "anak gadis harus bisa jaga kehormatan keluarga". iya, gue ngerti itu jatohnya juga buat ngedidik gue jadi orang yang baik dan blend in di budaya timur ini. iya, gue juga ngerti orang tua cuma mau yang terbaik buat anaknya. iya, gue juga ngerti kalo kalian ngasih advice ke gue biar gue bisa jadi orang yang lebih baik lagi. tapi. kalian sadar ngga kalo gue cuma butuh di denger? atau, dipeluk? gue ngga mau yang muluk-muluk kok...
dan gue ga sengaja ketemu kutipan begini,
"From an early age women are told
Don't do this, don't do that
Don't go here, don't go there
Men are not told the same
So they grow up thinking
That's their birth right
And we grow up thinking we have no rights"
see? look what gender do to us women. kalian pikir karena sekarang udah gencar-gencarnya kesetaraan gender dan hal-hal lainnya the burden of us, women, weigh is lessen. but the truth is, not even a bit. karena without you all realizing, ungkapan nasihat ortu gue diatas masih membuktikan gerak gue masih terbatas karena ya, i'm a woman. sedih ya. bukan cuma itu aja sih, gue juga masih ada contoh lain dirumah dan itu yang bikin gue ga betah dirumah. huaAaAaAa now i'm telling you this and that semakin keliatan kan kalo gue ngga easy peasy sebenernya? gue santai karena gue memindset pikiran gue begitu. karena gue butuh begini. because i'm already being uneasy at home. so why can you all let me?
gue tau kok, i'm indeed that hard to understand. and yet, many people expect me something. and i thought you guys should read this poem:
so many people have told me, that i need to open up
but not a single person, understands me that every time
i pry apart my rib cage, releasing all of the butterflies
that have been hiding there for years
people are too busy swatting them away
to realize what i have done for them.
that's why gue sangat mengapresiasi sekecil apapun hal yang orang lakukan. gue sebisa mungkin berusaha buat ngenotice itu. karena gue tau rasanya gimana orang mempertanyakan lo, bilang mereka ngerti lo, yet they couldn't understand or listen and maybe accept you as a whole. saran terakhir gue, jangan buruk sangka sama orang dan coba ngertiin latar belakang mereka. siapa tau they carry the weight of the world by themselves kan? :-)
ah maaf ya buat tulisan gloomy begini.
lagi suntuk sama hidup aja.
dan lagi mencoba cuti buat ngertiin orang,
dan nyoba buat egois biar dingertiin orang.
tapi,
ngga bisa.
yaudahlah.
No comments
Post a Comment