"kok cuma gue yang..."
"kok pada dapet..."
"kok yang lain udah...."
"kok...."
"kok...."
"kok gue stagnan?"
penyakit dari masa lampau: overthink.
takut ga diterima.
takut ditolak.
takut ditinggal.
takut gabisa menuhin ekspetasi.
takut gabisa 'lebih'.
ironisnya, takut sendiri tapi memilih untuk sendiri.
disaat sendiri begini, siapa yang mau menghampiri?
muak dan muak.
munafik sama diri sendiri.
siapa sih yang kamu coba bodohi?
toh pada akhirnya dirimu sadar sendiri.
berubah, katanya.
segampang itu dilontarkan.
nyatanya sulit dilakukan.
akhirnya jadi pusing kemana-mana.
dalam pikiranmu kamu sendiri yang racuni.
"ah, bisa sendiri"
"ah, gada yang mau dengar"
"ah, mungkin yang lain sibuk"
"ah, sudah dewasa ayo coba dihadapi"
hasilnya?
tetes demi tetes justru jatuh dengan sendirinya.
tapi, bapak bilang tidak usah ikut nimbrung.
tapi, kamu terus yang minta di dukung.
tapi, aku terus yang minta gabung.
jadinya diri ini yang terkurung.
pada akhirnya memang bergantung diri sendiri.
tapi kok rasanya kontradiksi dengar kata sendiri.
sesak saat ingar bingar,
resah saat sunyi senyap.
dirimu maunya apa sih?
"kok pada dapet..."
"kok yang lain udah...."
"kok...."
"kok...."
"kok gue stagnan?"
penyakit dari masa lampau: overthink.
takut ga diterima.
takut ditolak.
takut ditinggal.
takut gabisa menuhin ekspetasi.
takut gabisa 'lebih'.
ironisnya, takut sendiri tapi memilih untuk sendiri.
disaat sendiri begini, siapa yang mau menghampiri?
muak dan muak.
munafik sama diri sendiri.
siapa sih yang kamu coba bodohi?
toh pada akhirnya dirimu sadar sendiri.
berubah, katanya.
segampang itu dilontarkan.
nyatanya sulit dilakukan.
akhirnya jadi pusing kemana-mana.
dalam pikiranmu kamu sendiri yang racuni.
"ah, bisa sendiri"
"ah, gada yang mau dengar"
"ah, mungkin yang lain sibuk"
"ah, sudah dewasa ayo coba dihadapi"
hasilnya?
tetes demi tetes justru jatuh dengan sendirinya.
tapi, bapak bilang tidak usah ikut nimbrung.
tapi, kamu terus yang minta di dukung.
tapi, aku terus yang minta gabung.
jadinya diri ini yang terkurung.
pada akhirnya memang bergantung diri sendiri.
tapi kok rasanya kontradiksi dengar kata sendiri.
sesak saat ingar bingar,
resah saat sunyi senyap.
dirimu maunya apa sih?
No comments
Post a Comment